Gembong Supriyanto, Sesepuh Pembuat Sirkuit Asal Solo

Solo. Kota satu ini ternyata masih menyimpan cerita di dunia Motocross. Terlepas Deni Orlando yang sudah membawa dan mengangkat nama Solo di pentas Kejurnas Motocross dengan meraih juara nasional era 2006-2007-2008, kota asal Jokowi ini punya legenda desainer atau tukang bikin sirkuit era 70an. Namanya Gembong Supriyanto. Bertemu dengan kami beliau mengisahkan perjalanan berat pertama kali membuat Sirkuit Motocross. Bapak yang kini berusia 64 Tahun ini samar-samar masih semangat dalam menceritakan segudang sejarah balap lintasan tanah. Era 70an adalah masih masuk di era generasi awal motocross Indonesia.

Gembong Supriyanto (kanan), orang bersejarah di Solo.
Gembong Supriyanto (kanan), orang bersejarah di Solo.

“Motor jenis Grasstrack belum banyak. Masih genre motocross. Jaman Candra Tandio, Popo Hartopo dan kawan-kawannya seangkatan saya memulai membuat sirkuit pertama di Solo. Namanya Sirkuit Jurug. Karena lokasi berada di belakang Taman Satwa Taru Jurug. Dekat dengan sungai Bengawan Solo. Kebetulan saya salah satu pekerja di sana saat itu dan mendapat ijin membuat sirkuit di tanah kosong dekat aliran sungai. Saya membuat sirkuit tahun 1975 dengan teman-teman sebanyak 20 orang. Masih memakai alat manual seperti cangkul, parang, linggis, arit (sambit), cikrak (pengki).” kata Pak Gembong yang lahir 23 November 1953 silam.
Kegiatannya membuahkan hasil. Kerja keras ingin memberikan tempat berupa sirkuit permanen di respon beberapa pihak.
“Seleksi tahun 1975 bahwa akan ada event besar. Dan sirkuit Jurug terpilih buat balapan. 1976 peresmian event Bengawan Motocross. Kejuaraan terbesar kala itu. Sayang sirkuit Jurug bertahan tidak lama. Sirkuit yang lokasinya berada depan Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta akhirnya di stop. Saya mangkel (kecewa), wong balapan tidak setiap hari kenapa harus ditutup. Saya pun pasrah, kerja di Jurug tidak semangat.” kisah pilu Pak Gembong. Berat memang niat buat tontonan tetapi terkendala lokasi yang berdekatan dengan rumah sakit.
Namun dibalik usaha hebatnya dan kesedihan tidak bisa melanjutkan mengelola sirkuit Jurug, ada seseorang yang memperhatikan kerja kerasnya. “Awal 80an tiba-tiba saya diajak Helmy Sungkar. Saya di ajak buat sirkuit di event-event bikinan Helmy. Sejak saat itu saya keliling Indonesia dengan Helmy Sungkar bikin sirkuit Motocross.” senyum Pak Gembong dengan beberapa gigi emasnya.
Saat ini Gembong Supriyanto sudah pensiun dari dunia balap. Sekarang penerus desain sirkuit asal Solo setelah Gembong Supriyanto di pegang Suwandi Djarot Atmaja atau Pak Bedor. Buat sekarang tinggal di Ngragilan, Surakarta. Komunikasi dengan Helmy Sungkar sampai saat ini masih terjalin. Saat reuni Indonesian Motocross di Solo 2015 dan pernikahan Ivan Harry mereka berdua hadir bersama.
Beruntung masih bisa membuka sejarah motocross nasional khususnya di Solo.
Salam dari kami pak Gembong Supriyanto, sehat selalu…
•mhd

ABOUT THE AUTHOR

Media ini adalah media independent yang meliputi Grasstrack dan Motocross seputar Jateng dan DIY yang beralamat di Ngabul, Tahunan, Jepara - jawa Tengah. Contack Person : 081232651252

4 comments on “Gembong Supriyanto, Sesepuh Pembuat Sirkuit Asal Solo”

  1. Wiwid

    Trmksih mas gembong atas kerja kerasnya mendirikan sirkuit jurug solo, saya masih ingat mas gembong waktu itu sering jadi panitya dan dulu waktu masih kecil saya sering nonton motocross di jurug solo. sayang sirkuit jurug solo sekarang tinggal kenangan.

  2. Trendy

    Saya bangga dengan bapak saya….. Aku sayang bapak…..

  3. Shinto

    Semangat trs bapak gembong,,, didikan dan dedikasi nya luar biasa

  4. Wawan gembong

    The legend…saluttt..saya bangga pake nama besarmu…jaya trs otomotif indonesia…salam olahraga..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Alamat Kantor REDAKSI :

Jln Raya Jepara – Kudus, Ngabul, Tahunan, Jepara, Jawa Tengah

Contact Person : 0812-1571-7388




Berlangganan